Kumpulan cerita 17 tahun, cerita dewasa, cerita, cerita sex, cerita seks, cerita cerita seks

Monday, 19 November 2007

Threesome Party

Namaku Dody. Aku adalah seorang karyawan salah satu perusahaan IT di
Bandung. Saat ini usiaku 28 tahun dan masih single. Seperti halnya orang
lain, di usiaku ini kehidupan seksku semakin menggebu. Tetapi ada satu
perbedaannya, yaitu aku ini termasuk biseks. Aku anggap ini adalah suatu
kelebihan, karena disamping aku suka cewek juga aku suka laki-laki. Dan
fantasi seksku yang paling aku sukai adalah bermain seks bersama seorang
laki-laki dan seorang perempuan (threesomes). Aku impikan kesempatan ini
tiap hari, sampai pada suatu ketika, tepatnya awal tahun 2001, sekitar
bulan Februari, kesempatan ini akhirnya terlaksana juga.

Jauh hari sebelum kejadian itu aku dekat dengan teman sekantor, namanya
Andri (bukan nama sebenarnya). Sebelumnya aku tidak begitu dekat dengan
dia karena divisi kami yang berbeda. Tapi karena kami dilibatkan dalam
satu proyek, maka akhirnya kami menjadi dekat. Terus terang aku kagum
sekali dengannya. Wajahnya sih biasa saja, tetapi badannya sangat
atletis, tingginya sekitar 178 cm lebih pendek 4 cm dari tinggiku
(tinggiku sekitar 182 cm). Usianya sekitar 32 tahun dan dia sudah
berkeluarga dan mempunyai 1 anak. Kadang-kadang di sela kesibukan kami,
dia selalu mencuri pandang ke arahku, dan kadang-kadang selalu
menatapku. Aku sendiri jadi bingung apa gerangan yang ada di hatinya,
dan aku balas lagi tatapannya sehingga akhirnya kami saling berpandangan
selama beberapa detik dan kuakhiri dengan memberikan senyuman.

Semenjak saat itu kami jadi dekat sekali, dan kadang-kadang kami pergi
ke toilet di kantor bersamaan. Ketika kami buang air kecil, kami selalu
saling melihat penis masing-masing (kontes), dan kadang kami saling
tertawa melihat kelakuan kami ini seperti anak SMP saja. Akhirnya aku
tahu bahwa dia sudah ditinggalkan istrinya sekitar 2 bulanan.

Aku tidak tahu alasannya kenapa, karena aku tidak mau terlibat dengan
urusan rumah tangganya. Sehingga jika aku kerja lembur dan pulangnya
malam aku selalu ditawari menginap di rumahnya. Aku setujui saja karena
dari pada aku pulang jauh-jauh ke rumahku yang berada di luar kota
Bandung, lebih baik aku menginap di rumahnya sambil dapat mengenal lebih
dekat lagi dengan Mas Andri (itulah panggilan aku ke dia).

Karena di rumahnya tidak ada siapa-siapa, kami selalu berpelukan sambil
menonton televisi layaknya seorang adik dengan kakak. Walau bagaimanapun
aku masih menaruh hormat bahwa dia adalah teman kerjaku, walaupun
kadang-kadang penisku ini bangun dari tidurnya. Dan sampai saat itu aku
tidak tahu bagaimana dia, apa dia mempunyai fantasi seperti aku?

Pada suatu waktu kami ditugaskan ke luar kota untuk melakukan
presentasi. Dan hanya aku dan Mas Andri saja yang ditugaskan. Kebetulan
di kota S itu aku mempunyai teman cewek namanya Rita. Kami sudah
berkenalan selama setengah tahun melalui chating, dan kami selalu saling
komunikasi dan saling tukar foto. Dari fotonya aku melihat dia begitu
cantik dan seksi. Dan setelah pekerjaan kantorku dengan Mas Andri
selesai, aku telepon dia untuk datang ke hotelku (aku dan Mas Andri
menyewa 1 kamar). Akhirnya Rita mau datang tapi agak malaman.

Ketika malam tiba, akhirnya bel pintu hotel berbunyi. Lau aku buka,
ternyata wow, seorang gadis cantik sedang berdiri. Ternyata Rita ini
tinggi, sekitar 168 cm, kulitnya putih mulus, kakinya jenjang, rambutnya
panjang terurai dan amboi.. dadanya itu yang membuat mata tidak mau
mengalihkan ke arah lain. Di usianya yang ke 26 ini dia kelihatan begitu
seksi dengan rok pendeknya seperti seorang super model yang sedang
berpose. Aku terkesima sampai beberapa detik.

"Apa betul ini kamarnya Pak Dody..?" tanyanya."Betul.. kamu pasti Rita
yah..?" jawabku."Dan kamu pasti Dody yah..?" jawabnya.Kami akhirnya
saling berjabat tangan, dan aku persilakan dia untuk masuk. Tidak lupa
kukenalkan pada Mas Andri."Maaf yah kamarnya berantakan..," kataku."Ah
ndak apa-apa kok aku ngerti kok kalian kan laki-laki," katanya sambil
senyum.Aduh mak.., senyumnya begitu seksi sekali, kelihatan bahwa dia
itu orang yang ramah.Singkat cerita kami bertiga ngobrol sampai malam,
dan akhirnya kami pesan makan malam lewat room servicenya hotel. Dan
tidak kerasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam. Dari obrolan
sebelumnya aku jadi tahu bahwa Rita tinggal kost di kota S ini. Dia
kerja sebagai sekretaris di perusahaan onderdil mobil terkemuka.
Orangtuanya tinggal di luar kota. Jadi dia bebas-bebas saja kalau
pulangnya malam. Obrolan kami sudah tidak karuan lagi, dan mengarah pada
hal seks.

"Mas, pantas yah kalau aku jadi pacarnya Rita..?" tanyaku ke Mas Andri
sambil bercanda.
Aku mendekati Rita dan duduk di sampingnya sambil memeluknya serasa dia
pacarku.
"Wah pantas sekali.. tapi lebih pantasnya lagi kalau sama Mas saja.."
kata Mas Andri sambil tersenyum.
"Yah sudah.. kalau kalian mau.. dua-duanya aja. Aku senang kok pada
kalian berdua," katanya sambil senyum.
"Yang bener nih..?" tanyaku sambil jantungku ini mulai berdebar-debar.
"Rita serius kok.. malahan dua rius." katanya.
Mendengar perkataan Rita seperti itu, otomatis jiwa kelelakian kami
terpanggil serasa ada lampu hijau yang mempersilakan untuk jalan terus.

Sekilas kulihat Mas Andri juga mengalami hal yang sama denganku. Nafsu
seks aku pada saat itu begitu menggebu-gebu. Tanpa malu-malu aku eratkan
pelukanku ke tubuh bagian atas Rita sampai buah dadanya terasa sekali di
dadaku. Aku ciumi lehernya, dan perlahan-lahan kuciumi sampai ke bawah
dan sampai ke buah dadanya. Melihat adegan itu, Mas Andri juga tidak mau
kalah, dia menciumi sedikit demi sedikit kaki mulusnya Rita, mulai dari
betis sampai ke paha. Karena posisi kami yang tidak mengenakan ini, kami
boyong tubuh Rita ke atas kasur dan kedengaran nafas Rita yang mulai
tidak teratur.

Aku mulai mencium bibir Rita yang mungil itu. Kukulum bibirnya dan
sesekali kuhisap dengan desahan-desahan yang membuat dia semakin
terangsang. Tanpa kusadari, ternyata Mas Andri sudah berada di bibir
kami. Akhirnya kami bertiga saling berciuman, dan terasa sekali
nikmatnya hisapan-hisapan bibir kami yang membuat kami bertiga semakin
terangsang. Aku mulai membuka t-shirt 'polo'-ku, dan begitu juga Mas
Andri dengan kemejanya. Mas Andri mulai membuka bajunya Rita, dan
tampaklah BH-nya Rita yang bewarna coklat muda dengan renda-renda di
pinggirnya. Sehingga tampaklah dua buah gunung yang menjulang ke atas.
Dan dengan tanpa basa-basi lagi Mas Andri langsung melepaskan BH-nya
Rita, dan tampak buah dada Rita yang putih mulus, dan tampak putingnya
yang sudah keras dan memerah.

Melihat pemandangan yang begitu menggoda, Mas Andri langsung menghisap
buah dada yang sebelah kiri. Tanpa menunggu perintah dari Mas Andri, aku
langsung ikutan menghisap buah dada Rita yang sebelah kanan. Kuhisap dan
hisap terus, kadang-kadang kujilat putingnya yang keras itu, dan
terdengar rintihan dan desahan-desahan nikmat Rita. Karena penis aku
yang dari tadi sudah kepingen ikutan menikmati pemandangan yang indah
itu sehingga dia tidak nyaman di tempatnya, maka kulepaskan celanaku dan
CD-ku. Tampaklah penisku yang menyembul keluar. Ukuran penisku sekitar
18 cm, dengan batang yang agak besar dengan ukuran helm yang lebih besar
dari batangku.

Mas Andri juga ikut-ikutan melepaskan celana dan CD-nya juga. Tampaklah
penisnya yang tidak terlalu besar, sekitar 14 cm tetapi mempunyai batang
yang besar. Aku baru sekali ini melihat penisnya Mas Andri yang sudah
berdiri tegak. Sebelumnya aku belum pernah melihat penis Mas Andri yang
tegak sekali seperti sekarang ini, mungkin karena terangsang sekali
menikmati pemandangan yang indah ini, sehingga aku pun ikut semakin
terangsang. Kulepaskan juga rok dan CD hitamnya Rita, sehingga kami
bertiga berbugil ria tanpa sehelai benang pun di tubuh kami.

Aku mulai menciumi dan menghisap puting buah dadanya Rita lagi. Dan Mas
Andri mulai menghisap lubang vaginanya Rita. Nafas Rita mulai tidak
teratur dan tampak Rita mengelinjang-gelinjang. Aku semakin terangsang
melihatnya. Apalagi melihat Mas Andri yang semakin semangat menghisap,
dan lidahnya yang panjang mejilati lubang kenikmatannya Rita. Beberapa
menit kemudian Rita mulai orgasme, dan tampak badan Rita menegang
diiringi dengan suara jeritan, "Auuch..," tanda keenakan.

Mendengar jeritan suara Rita itu, penisku tambah tegak dan rasanya ingin
kumasukkan cepat-cepat ke lubang vagina Rita, tapi aku lihat Mas Andri
mulai memasukkan penisnya ke dalam lubang vaginanya Rita, dan tangan Mas
Andri memegangi penisnya agar dapat masuk ke dalam vagina Rita. Setelah
kelihatan masuk, Mas Andri mulai menggenjot dan memasuk-keluarkan
penisnya. Tiba-tba tangan Rita sudah memegang penisku dan menuntunku ke
dalam mulutnya. Akhirnya penisku sudah ada di depan mulutnya Rita. Rita
mulai memainkan lidahnya menjilati penisku dan sesekali dimasukkannya
penisku sambil dihisapnya.

Tiap hisapannya rasanya bagaikan terbang di awan, apalagi melihat
genjotan Mas Andri yang semakin cepat di vaginanya Rita. Tampak dia
begitu seksi dan gagah, dan aku sengaja mendekatkan wajahku pada wajah
Mas Andri. Aku ingin sekali meciumi bibirnya yang seksi, tapi aku takut
Mas Andri tidkak suka. Tapi tanpa diduga, Mas Andri mulai mencium
bibirku, dan kubalas. Kami saling berciuman dengan penuh nafsu,
sementara Mas Andri tetap menggejot Rita dan penisku masih tetap dihisap
oleh Rita.

Akhirnya kami ganti posisi ke posisi doggy sytle, dimana Rita menungging
dan gantian aku yang memasukan penisku ke dalam vaginanya Rita. Untuk
pertamanya aku sulit sekali memasukkan penisku ke dalam vaginanya,
mungkin karena ukuran penisku yang agak besar dibanding punyanya Mas
Andri. Tapi sedikit demi sedikit aku masukkan, dan akhirnya, "Bless.."
penisku dapat masuk. Uhh.., enak sekali rasanya, ternyata lubang vagina
Rita masih sempit, dan aku merasakan penisku bagai diremas-remas. Aku
masuk dan keluarkan penisku, dan kulakukan semakin cepat. Sekarang
giliran penis Mas Andri yang dihisap oleh Rita. Rasanya enak sekali
menggenjot Rita dan melihat Mas Andri yang keenakan dihisap oleh Rita.
Mungkin inilah yang dinamakan surga dunia, dan aku bagaikan terbang di
awan.

"Uh.. ah.. uh.. ah..," suara rintihan Rita.
"Terus.. Mas.. oh.. enak Mas.. terus..!" teriaknya.
Kugenjot terus dan semakin cepat kugenjot, dan akhirnya Rita berteriak,
"Mass.., aku mau keluarr.."
Tubuh Rita menegang dan terasa vagina Rita berdenyut-denyut, terasa ada
yang membasahi penisku. Akhirnya Rita orgasme yang kedua. Kukeluarkan
penisku yang masih tegak berdiri, dan tampak ada sebagian cairannya
Rita. Mas Andri langsung menjilati penisku dan menjilati semua cairan
yang ada sampai habis. Dan tanpa kuduga, Mas Andri terus saja menjilati
penisku dan mulai memasukkannya ke dalam mulutnya. Oh.., enak sekali
hisapannya, berbeda dengan hisapan Rita tadi. Kali ini lebih kasar dan
lebih dalam sedotannya, bagaikan vacuum cleaner yang sedang menyedot debu.

Setelah bangkit dari istirahatnya, Rita kemudian menghampiri kami dan
mulai memegangi penisnya Mas Andri dan memaksa kami untuk berdiri di
lantai. Akhirnya aku dan Mas Andri berdiri berhadapan, dan Rita
memegangi penis kami sambil jongkok. Penis kami bergantian dihisapnya.
Dan kadang-kadang keduanya dimasukkan ke dalam mulutnya sambil tangannya
mengocok penis kami berdua. Sambil keenakan kuhisap putingnya Mas Andri
dan kujilati. Tampak lenguhan Mas Andri yang merasakan keenakan.

"Uh.. terus Dod, teruus enaak..!" katanya setiap kujilat putingnya.
Mendengar desahan Mas Andri dan melihat Rita yang sedang asyik menikmati
penis kami, aku semakin terangsang, dan akhirnya ada sesuatu yang ingin
keluar dari penis kami.
"Mas, aku ingin keluuaar.." kataku.
"Aku juga.." kata Mas Andri.
Akhirnya kami memegang penis kami masing-masing dan mengocoknya. Wajah
Rita sudah berada di depan penis kami.

Kupercepat kocokkanku, dan, "Ahh.. crot.. crot.. crot.." air maniku
keluar persis di bibir merahnya Rita.
Begitu juga dengan Mas Andri. Tampak badannya menegang dan matanya
terpejam menikmati sesuatu yang enak, yang mungkin selama ini belum
dialaminya.
Dan seiring dengan lenguhan panjangnya Mas Andri, "Ahh.., crot.. crot.."
air maninya keluar mengenai wajah Rita yang kelihatan menikmatinya juga.
Rita mengusapkan semua cairan mani tersebut ke seluruh wajah dan
badannya. Kuciumi bibir Rita yang masih terasa air mani yang aku dan Mas
Andri keluarkan tadi. Akhirnya kami bertiga saling berciuman, dan kami
pun naik ke atas kasur. Kami saling berpelukan, dan tanpa terasa
akhirnya kami tertidur.

Besoknya, sekitar jam 10 pagi kami bangun dan mandi bertiga. Kami
mengulangi permainan seks seperti semalam lagi, tetapi sekarang lebih
cepat kami lakukan, karena Rita harus segera pulang dan bersiap-siap
untuk kerja. Dengan perasaan puas seperti semalam, akhirnya kami akhiri
permainan tersebut, dan kami pun segera untuk bersiap-siap pulang ke
Bandung. Saat perpisahan, Rita menciumi kami berdua, dan dia minta agar
kami selalu mengontak dia jika kami ingin bermain three somes lagi.

Itulah pengalaman pertamaku bermain three somes. Mungkin nanti aku akan
ceritakan pengalamanku bermain seks dengan Mas Andri, mantan istrinya
dan pacarku. Jika ada dari rekan-rekan 17Tahun.com yang ingin ikutan
bermain bersama dalam permainan seks dengan aku, baik bagi yang biseks
atau bagi suatu pasangan yang ingin suasana baru, please email, pasti
aku akan balas emailnya.

2 comments:

cock666 said...

aku juga bisex yang suka 3some, apalagi DP sex..kontak aku di andre_demon666@yahoo.co.id

yantoian69 said...

cari pasutri/pasangan cewcow hyper yg keduanya telah sepakat sepaham dan tdk ada paksaan ingin menikmati 3some, bagi yg ingin gangbang aku ada temen cowok yg bersedia...tidak membatasi usia, aku bersih, nodrugs no alcohol, aku bersedia masage wife before 3some, bagi wanita hyper yg sangat menginginkan kerahasiaan karena berjilbab/mempunyai jabatan tetapi mempunyai gairah yg tidak kesampaian aku akan sangat jaga rahasia & serius banget tidak akan ada tendensi apapun kecuali hanya sex for fun...no money oriented
tinggal di jogja 085327906525
didi69namlan@yahoo.com

cerita 17 tahun, cerita dewasa, cerita, cerita sex, cerita seks, cerita cerita seks, cerita panas, koleksi cerita seks, cerita seru, cerita lucah, indonesia cerita dewasa, cerita sedap, cerita perkosaan, cerita sex melayu, cerita seks melayu, cerita porn, cerita lucu, cerita cerita tentang seks, cerita seks malaysia, koleksi cerita lucah, cerita melayu, cerita cipap, cerita pantat, kumpulan cerita seks melayu, cerita 17 tahun, 17 tahun, 17 tahun gadis telanjang, gadis 17 tahun